mereka yang "berwewenang dan berkuasa" atas imtikom pada saat menjelang kematiannya yaitu tidak terlaksananya hampir semua hasil-hasil mubes imtikom, anak dikder angk. ke-3 terbengkalai setelah pelaksanaan dikder oleh pengurus, sidang pleno tidak pernah terlaksanakan yang seharusnya 3 bulan sekali dalam satu masa kepengurusan, dikder ke-4 menjelang akhir kepengurusan tidak ada, tidak adanya mubes untuk mendengarkan pertanggung jawaban pengurus dan pergantian kepemimpian serta kejelasan masa depan imtikom.
serta kenyataannya mereka yang "berkuasa dan berwewenang" atas imtikom seakan (tapi klo dilihat dari kenyataan…???) menutup telinga dan mata jika ada pembicaraan tentang imtikom, bahkan melontarkan issue "reshuflle" dan parahnya yang dimaksud dengan reshuffle tersebut adalah pergantian total seluruh pengurus imtikom termasuk ketua (gak jelas dari mana dasar pemikiran tersebut keluar yang merupakan sebuah kekonyolan), memiliki seribu satu alasan untuk melarikan diri dari tanggung jawab (hebat memang…)
lebih parahnya lagi ada sempat keluar bahasa "hari ulang tahunnya ka’ imtikom ini hari..??" dari beberapa pengurus ynag dikonfirmasi tentang ulang tahun imtikom pada saat 14 maret kemarin dan setelah itu gak ada apa-apa dan gak’ bertanggungjawab
serta sebuah fakta yang sangat menarik adalah imtikom merupakan organisasi kedua yang hancur ditangan seorang pemimpin, sebelumnya "dia" memburamkan serta menghancurkan sebuah organisasi, lucunya biarpun di "sentil" atau disindir dengan segala macam sintiran kok gak merasa ya..??? begitu juga imtikom.. lebih banyak berbicara "like a king" giliran kerja..???
sebenarnya udah bingung bahkan kehabisan akal untuk "menyindir" sebab gak tau ya.. jika diperhatikan sebenarnya orangnya bertanggungjawab kok tapi kenapa kalau bertanggung jawab pasti akan mempertanggung jawabkan dengan benar-benar bertanggung jawab atas kehancuran imtikom saat ini, tapi "mau diapa" itu hanya dilihat tapi kenyataannya..???
ya itulah fakta, dan jika memang ada yang "merasa" akan fakta tersebut, jika benar-benar mempunyai pikiran yang "dewasa" benarkan dulu semua fakta tersebut jika salah dengan tindakan bukan dengan kata sebab seperti diketahui lebih banyak berkata-kata selama ini dari pada tindakan. jadi berindaklah untuk membenarkan fakta tersebut. itupun kalau merasa tapi kalau tidak gak apa-apa juga toh.. semua kenyataan tersebut akan tetap ada bersama fakta-fakta yang ada sehebat-hebat tupai meloncat pasti jatuh juga.. dan "bau busuk, kemanapun disembunyikan akan tercium"